
SURABAYA, September 2026 — Bagaimana jika satu puisi dibaca oleh dua belas seniman? Apakah maknanya akan tetap sama, atau justru berubah menjadi sesuatu yang sepenuhnya baru?
Pertanyaan itulah yang menjadi titik berangkat Veridis Quo: A Collision Between Poems & Visuals, sebuah pameran kolaboratif antara Jackson Shoes dan Artchemist yang mempertemukan puisi, musik, ilustrasi, dan sepatu dalam satu ruang pengalaman. Berlangsung pada 7–13 September 2026 di Samata House, Surabaya, pameran ini mengajak publik menyaksikan bagaimana satu karya dapat terus hidup melalui beragam interpretasi.
Artchemist, kolektif kreatif berbasis Surabaya yang aktif mengembangkan praktik seni lintas disiplin sejak 2015, bersama Jackson Shoes menghadirkan sebuah format pameran yang tidak hanya menampilkan karya, tetapi juga memperlihatkan proses penerjemahan gagasan dari satu medium ke medium lainnya.
Satu puisi, dua belas interpretasi
Veridis Quo menghadirkan 12 seniman yang bekerja melalui dua pendekatan kreatif.
Enam seniman memilih satu puisi karya Amir Mantis untuk diterjemahkan menjadi karya visual di atas kanvas. Sementara enam seniman lainnya menghadirkan interpretasi visual mereka langsung pada permukaan sepatu Jackson, menjadikan sepatu sebagai media ekspresi artistik yang dapat dikenakan sekaligus dinikmati sebagai karya.
Tidak ada karya yang saling meniru. Justru dari teks yang sama lahir dua belas pembacaan yang berbeda membuktikan bahwa makna selalu bergerak mengikuti pengalaman, ingatan, dan cara pandang setiap individu.
Sepatu sebagai medium bercerita
Melalui Veridis Quo, Jackson Shoes memperluas fungsi sepatu dari sekadar produk fesyen menjadi ruang kolaborasi kreatif. Setiap pasang sepatu dalam pameran bukan hanya objek desain, melainkan hasil dialog antara seniman dan gagasan yang mereka respons.
“Bagi kami, sepatu bukan hanya sesuatu yang dipakai, tetapi juga dapat menjadi medium untuk bercerita, berekspresi, dan berkolaborasi dengan seniman. Melalui Veridis Quo, kami ingin mengeksplorasi kemungkinan tersebut,” ujar Akmalia, Brand Marketing Jackson Shoes.
Ruang temu seni, musik, dan komunitas
Selama tujuh hari penyelenggaraan, Veridis Quo juga menghadirkan rangkaian program publik berupa pertunjukan musik, artist talk, dan diskusi yang mempertemukan seniman, musisi, penyair, hingga komunitas kreatif Surabaya dalam satu ekosistem.
Berlokasi di Samata House, ruang yang dikenal dekat dengan kultur seni dan musik independen, pameran ini terbuka gratis untuk umum setiap hari pukul 15.00–22.00 WIB.
Pada akhirnya, Veridis Quo bukan tentang mencari arti yang paling benar, melainkan merayakan kemungkinan bahwa satu karya dapat memiliki banyak kehidupan.
Sometimes, a poem becomes a picture. A picture becomes a sound. And a pair of shoes becomes a story.
Informasi Pameran
Veridis Quo: A Collision Between Poems & Visuals
Tanggal: 7–13 September 2026
Waktu: 15.00–22.00 WIB
Lokasi: Samata House, Jl. Lingga No. 6, Surabaya
Tiket: Gratis & terbuka untuk umum
editor: AHA