Apakah merchandise musik masih bisa dianggap sebagai produk, ketika proses penciptaannya melibatkan bahasa visual yang sama seriusnya dengan penciptaan musik itu sendiri?
Apakah merchandise musik masih bisa dianggap sebagai produk, ketika proses penciptaannya melibatkan bahasa visual yang sama seriusnya dengan penciptaan musik itu sendiri?