Sesudah Hujan: Ketika Warga Menggambar Ulang Kota

Hari itu kami datang sebelum hujan menapak ke daerah Sememi Kidul untuk melihat pameran dalam genangan dimana kami datang untuk
Post Human Diagnosis: Isu Tubuh dan Algoritma Masuk ke Ruang Alternatif Sekitar Pasar Tunjungan

Pilihan lokasi ini ini langsung memberi kesan berbeda sejak awal. Seketika memori kecil kami terpanggil ketika perjalanan Road To Artjog
Emanasi: Membaca Cahaya dalam Lukisan Amang Rahman di Orasis Art Gallery

Jumat pekan lalu, ketika berkunjung ke pameran Emanasi karya Amang Rahman dengan rasa ingin tahu yang cukup besar, terutama
Mitos Garis dan Filosofi Hitam Putih: Catatan Kunjungan Kami Sebagai Warga Wargi Seni

Nama Nnegoo sudah cukup lama beredar di lingkaran seni jalanan dan komunitas kreatif Jawa Timur, terutama karena konsistensinya mengolah garis,
The Right to Slow Down: Merebut Kembali Hak atas Waktu

The Right to Slow Down: Merebut Kembali Hak atas Waktu Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, manusia hidup dalam
Pamolèan di Lembâna: Kartografi Pulang dan Perjumpaan

Di penghujung tahun, Lembâna kembali membuka halaman baru melalui Babad Lembâna 5: Pamolèan, yang berlangsung pada 14–20 Desember
Cara Kampung Mengatur Napas di Kota yang Memanas bersama RESPIRE

Cara Kampung Mengatur Napas di Kota yang Memanas bersama RESPIR Ternyata keluhan Surabaya Panas benar-benar menjadi panggilan tersendiri. Sengatannya
Breaking the Barrier: Jaringan Imajinasi yang Merayakan Perbedaan

Di sebuah kota yang terus mengolah ingatan, Surabaya menjadi rumah bagi percakapan visual berskala internasional. “Breaking the Barrier” sebuah
Sengkuni -7: Tumbuh dari Masalalu untuk Keberanian Membayangkan Masa Depan

SENGKUNI 7 – HARMONY Oleh: Dimas T Pamungkas Harmony selalu bergerak. Ia tumbuh dari keberanian menatap masa lalu dan keberanian
Gallus Masa Kini pada Amor Vincit Omnia

Amor Vincit Omnia diambil dari ulasan pengantar kuratorial oleh Eugenia Ada kalanya cinta datang seperti cahaya yang menembus celah