
Sidoarjo terus berkembang dengan berbagai kepentingan yang berjalan beriringan. Kawasan industri tumbuh di dekat permukiman, lahan pertanian berhadapan dengan ekspansi kota, sementara kampung-kampung tetap menjalankan kehidupan sosialnya di tengah perubahan tersebut. Kondisi ini memperlihatkan bahwa perkembangan sebuah wilayah selalu berkaitan dengan cara masyarakat menggunakan ruang, menjaga hubungan, dan menyesuaikan diri dengan keadaan.
Konteks tersebut menjadi bagian dari gagasan Menenun Ririungan dalam Sidoarjo in Flux 2026. Ririungan berbicara tentang upaya membangun kehidupan bersama di tengah perbedaan. Dalam praktiknya, hidup bersama membutuhkan ruang untuk bertemu, bertukar pandangan, dan menghadapi kepentingan yang terkadang saling bertentangan.
Bagi kami di Artchemist, gagasan ini menarik untuk dibicarakan melalui praktik seni. Sidoarjo memiliki pengalaman sosial dan perkembangan wilayah yang khas di Jawa Timur. Perubahan yang berlangsung di dalamnya dapat dibaca melalui sejarah lokal, lingkungan, hubungan antarmasyarakat, serta cara warga mempertahankan atau menyesuaikan kebiasaan mereka.
Melalui Sidoarjo in Flux 2026, pembicaraan tentang ririungan mendapat konteks yang lebih luas. Bagaimana masyarakat membangun kebersamaan ketika kondisi tempat tinggalnya berubah? Siapa saja yang terlibat dalam membentuk ruang hidup bersama? Dan bagaimana perbedaan kepentingan dapat dibicarakan tanpa mengabaikan pengalaman masing-masing pihak?
Lokasi Pameran: Mi Art Space Rumah Budaya Sidoarjo
Durasi Pameran: 2 – 18 Oktober 2026
Editor; AHA